Analisis Kebutuhan & Sisa (Waste) Pembesian Kolom pada Proyek Gedung A Kampus Esa Unggul Bekasi Menggunakan Metode Bar Bending Schedule
Kata Kunci:
Pembesian, Bar Bending Schedule, Kebutuhan, Sisa, KolomAbstrak
Material bahan bangunan merupakan komponen penting dalam pembangunan sebuah konstruksi gedung. Adanya kesalahan dalam perencanaan dan pelaksanaan akan mengakibatkan pemborosan pada
material dalam pekerjaan konstruksi, sehingga akan menimbulkan sisa
(waste) material. Sebagian besar biaya yang dikeluarkan pada suatu proyek dianggarkan untuk material, sehingga jika pada pelaksanaannya terdapat sisa material maka dapat menimbulkan kerugian. Kurang lebih 20-30% biaya dikeluarkan untuk pengadaan material pembesian. Bar Bending Schedule digunakan untuk memudahkan dalam persiapan kebutuhan pembesian/penulangan dan biasa digunakan dalam konstruksi gedung karena memerlukan tulangan yang banyak dan diameter tulangan yang berbeda-beda. Dengan menggunakan BBS, efisiensi pemakaian besi jadi lebih terkontrol, terutama saat proses perakitan di lapangan. Hasil perhitungan kebutuhan besi di lapangan dengan perhitungan metode BBS ternyata hasilnya sangat signifikan, di mana selisih dari perbandingan perhitungan dari kedua metode ini cukup terpaut jauh dengan selisih yaitu 11172,09 Kg. Total kebutuhan besi dari hasil lapangan yaitu sebanyak 28054,5 Kg, sedangkan hasil perhitungan dengan metode BBS yaitu sebanyak 16882,4 Kg. Ini menunjukkan bahwa perhitungan kebutuhan besi tulangan terbukti efisien menggunakan metode BBS dibandingkan hasil di lapangan (metode konvensional). Tidak hanya itu, hasil analisis persentase (%) sisa (waste) material besi tulangan lebih efisien dari syarat toleransi SNI-7394-HSP Beton (5% - 20%) yaitu sebesar 3,53%.

