Penilaian Kinerja Perencanaan Green Building dengan Analytical Hierarchy Process (AHP)
Keywords:
AHP, Efisiensi energi, Green Building, Papua Selatan, Penilaian kinerjaAbstract
Penerapan konsep Bangunan Gedung Hijau menjadi salah satu strategi penting dalam mendukung pembangunan berkelanjutan, khususnya di wilayah dengan kondisi iklim tropis basah seperti Papua Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk menilai kinerja perencanaan Green Building pada Proyek Pembangunan Gedung Kantor Majelis Rakyat Papua Selatan berdasarkan indikator yang tercantum dalam SE PUPR No.01/SE/M/2022. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan integrasi metode Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk menentukan prioritas bobot antar kriteria. Data primer diperoleh melalui observasi dan lembar monitoring lapangan, sedangkan data sekunder diperoleh dari dokumen regulasi dan pedoman teknis Bangunan Gedung Hijau. Hasil penilaian menunjukkan bahwa capaian kinerja keseluruhan proyek adalah 102 dari total 135 poin atau 75,6%, sehingga memenuhi kategori Madya. Kriteria dengan capaian tertinggi adalah Pengelolaan Tapak (90,5%) dan Efisiensi Air (88,9%), sedangkan capaian terendah terdapat pada Efisiensi Energi (68,2%). Melalui analisis AHP, Efisiensi Energi memperoleh bobot paling tinggi (0,28), diikuti Efisiensi Air (0,20) dan Pengelolaan Tapak (0,18), yang menunjukkan bahwa aspek energi dipandang sebagai faktor paling krusial dalam kinerja bangunan hijau. Integrasi bobot AHP dengan capaian aktual menegaskan bahwa tiga aspek utama yang paling berpengaruh terhadap kategori Madya adalah efisiensi energi, efisiensi air, dan pengelolaan tapak. Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa proses perencanaan proyek telah memenuhi sebagian besar prinsip Bangunan Gedung Hijau dan memiliki potensi untuk meningkatkan kategori penilaian pada tahap konstruksi dan operasional. Hasil penelitian dapat menjadi dasar evaluasi bagi pemerintah daerah dan pemangku kepentingan dalam memperkuat implementasi konstruksi hijau di Papua Selatan serta sebagai referensi untuk proyek serupa di wilayah tropis basah.

